Jumat, 18 Oktober 2013

Permasalahan Dalam Ngerjain Tugas Kelompok


          
 
Yang namanya tugas itu nggak ada yang enak. Kadang bapak ibu guru atau dosen suka ngebuatnya jadi seolah-olah menjadi gampang, yaitu dengan mengadakan tugas kelompok. Keliatannya sih emang tugas jadi gampang, bisa dikerjain bareng-bareng, ongkos untuk nge-print jadi bisa ditanggung bareng-bareng.

Tapi apakah yang terjadi benar seperti itu? Ya, kalau anak yang gabung di kelompok kamu anak baik-baik sih semua bisa lancar. Tapi kenyataannya?

Nah, kalau yang terjadi justru sebaliknya, kamu kudu nyiapin tenaga ekstra untuk bisa tetep dapet nilai bagus. Tugas kelompok nggak selamanya menguntukan. Kadang bisa jadi hal yang nyebelin banget.

Setelah melakukan blusukan ke kampus-kampus dan sekolah-sekolah, inilah masalah-masalah yang sering terjadi dalam kerja kelompok.

 
Dapet Kelompok Sisa

Kamu sedang nggak masuk saat pemilihan kelompok, temen-temen kamu udah bikin kelompoknya sendiri tanpa inget sama kamu. Ada dua akibat dari kejadian ini: kamu  merasa nggak ditemenin, kamu dianggap outsider sama anak-anak yang kamu kira bakal inget kamu. Kedua, akhirnya kamu cuma dapet kelompok sisa, yang masih kekurangan anggota.

Work Hard Play Hard
Nggak mungkin dong selama ngumpul kelompok, yang dibahas cuma tugas doang. Pasti butuh refreshing dong. Yang cewek biasanya ngegosip, yang cowok-cowok biasanya mainan game. Kalau ngumpulnya di rumah biasanya bakal nonton DVD atau masak-masakan di dapur. Jadi heboh kan?! Nah, yang sering terjadi adalah banyakan refreshing-nya daripada kerjanya. Tugas pun molor.

Memaksa Kamu Jadi Rajin
Anggota kelompok ada (banyak) yang males, susah diajak kumpul, selalu ada alesan, dan sebagaiinya. Pembagian tugas jadi sia-sia,  akhirnya tugas pun cuma dikerjain sama kamu seorang. Paling nggak enak lagi adalah kalau tugasnya pun harus dipresentasikan dan kamu mau nggak mau harus nyeritain materi presentasinya ke anggota kelompok.

Kami ngerti, kamu pasti jadi berat kan nulis nama anggota kelompok di tugasmu itu? Sabar aja yah. *puk-puk*

Diganggu Pacar Rempong
 
Seharusnya, saat milih anggota kelompok ada kriteria: nggak punya pacar yang rempong. Soalnya, sering banget kejadian kerja kelompok terganggu karena ada anggotanya yang diteror pacarnya. Nggak boleh lama-lama lah, pacarnya pengin ikut ngumpul sambil glendotan mulu ke temen kamu itu, atau pacarnya nggak boleh ngumpul karena di kelompok itu ada sang mantan. Gawat!

Gagal Patungan
Tugas itu kan harus dicetak, dijilid, dan kadang difotokopi juga biar bisa dibagi-bagi. Jadi butuh duit. Seharusnya sih patungan, tapi ada aja masalahnya. Entah temen kamu susah dimintain duit atau emang mereka ngaku nggak punya duit. Ya, bersabar-sabarlah, kalian memang harus nombokin.

Anggota Makan Temen Saat Presentasi

Makalah kelompok selesai bukan berarti permasalahan selesai. Masih ada satu tahap lagi yang mesti dihadapi, yaitu presentasi di depan kelas. Yang paling sering kejadian adalah saat ada pertanyaan yang susah ditujukan ke kamu, temen-temen sekelompok kamu nggak ada yang ngebantuin. Akhirnya jawaban andalah kamu adalah, “Maaf hal itu nggak ada di bahasan sekarang, mungkin Pak Dosen minta bantu.”

Jadi, daripada kerja kelompok tapi malah menyulitkan mending kita kerjain sendiri aja tugas itu. Kita harus percaya diri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar